Minggu, 08 Juni 2014

" Nak "


Tuhanku…
Bentuklah Aku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahanku sendiri.
berani menghadapi diriku sendiri saat Aku terkungkung dalam ketakutan.
Terutama untuk menjadi Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan namun akan Tetap menjunjung tinggi kejujuran dan rendah hati dalam kemenangan.
Tuhanku..
Bimbinglah Aku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-cita luhurku. kuatkanlah jiwa raga ini agar Aku bukan termasuk kedalam golongan orang-orang yang takut akan kegagalan dan merasa terpuruk ketika gagal seharusnya menjadi ladang untuk belajar lebih banyak. Bimbinglah Aku menjadi seorang manusia yang sadar bahwa mengenal dengan baik Engkau dan diri sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku…
Aku mohon,tuntunlah Aku jika aku menemukan jalan yang penuh hambatan dan godaan,penuh kesulitan serta tantangan. Ajari Aku untuk tetap berdiri di tengah kencangnya terpaan badai kehidupan dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajari Aku makna sesungguhnya dari berhati tulus dan cara menghargai waktu ,sehingga secara naluriah Aku yakin dan sanggup untuk memimpin diriku sendiri,sebelum nantinya aku mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Tuhanku..
Jadikanlah aku manusia 
yang mengerti akan makna sesungguhnya dari tawa ceria
tanpa melupakan makna kesedihan dan duka.
Manusia yang selalu bersemangat
untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan makna dan mau belajar dari kesalahan masa silam.
Tuhanku
Ajari Aku cara membangun  kerendahan hati…
tegurlah Aku ketika  Aku lalai, Agar Aku selalu ingat akan kesederhanaan, pada sumber kearifan, kelemahlembutan, kekuatan yang sempurna dan keagungan yang hakiki sebelum kematian datang mengambil sisa umurku tanpa permisi.
Dan, pada akhirnya bila semua itu dapat terwujud menjadi refleksi nyata dari setiap perilaku diriku, Orang Tuaku, dapat dengan bahagia dan berani berkata “ Hidup kami tidak sia-sia, Kami bangga padanya :) ”
by:@nadrez
Doa terdalam dari setiap kebimbangan hati . Adaptasi dari puisi dan doa karya Jendral Doughlas Mac Arthur dalam judul ”nak”. puisi asli dapat dilihat   disini

Sabtu, 15 Februari 2014

Dini Hari dan Segelas Kopi



Tuhan tidak pernah tidur.Ia ciptakan kopi sebagai barang bukti .
Di Saat tak seorang pun bisa diajak bicara. Akupun bercerita pada segelas kopi, menyeruput kesunyianya dalam-dalam, menghirup pahit manis aroma kenangan, lalu berdecak lirih pada getirnya kesalahan masa silam. 


Hmmmm.. terkadang dini hari dan kopi adalah pasangan yang pas untuk evaluasi diri, terlebih jika evaluasi itu tidak hanya terdeskripsi pada nikmatnya bersama segelas kopi, tetapi secara riil dalam sikap sujud dan doa pada zat maha kuasa sang pencipta bijih kopi.
Di temani hangat segelas kopi dalam balutan dingin dini hari.Selamat pagi para penikmat Insomnia 




#latepost   #prosa  #ADH dalam segelas kopi