Tuhanku…Bentuklah Aku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahanku sendiri.
berani menghadapi diriku sendiri saat Aku terkungkung dalam ketakutan.
Terutama untuk menjadi Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan namun akan Tetap menjunjung tinggi kejujuran dan rendah hati dalam kemenangan.Tuhanku..Bimbinglah Aku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-cita luhurku. kuatkanlah jiwa raga ini agar Aku bukan termasuk kedalam golongan orang-orang yang takut akan kegagalan dan merasa terpuruk ketika gagal seharusnya menjadi ladang untuk belajar lebih banyak. Bimbinglah Aku menjadi seorang manusia yang sadar bahwa mengenal dengan baik Engkau dan diri sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.Tuhanku…Aku mohon,tuntunlah Aku jika aku menemukan jalan yang penuh hambatan dan godaan,penuh kesulitan serta tantangan. Ajari Aku untuk tetap berdiri di tengah kencangnya terpaan badai kehidupan dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajari Aku makna sesungguhnya dari berhati tulus dan cara menghargai waktu ,sehingga secara naluriah Aku yakin dan sanggup untuk memimpin diriku sendiri,sebelum nantinya aku mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.Tuhanku..Jadikanlah aku manusia
yang mengerti akan makna sesungguhnya dari tawa ceria
tanpa melupakan makna kesedihan dan duka.
Manusia yang selalu bersemangat
untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan makna dan mau belajar dari kesalahan masa silam.Tuhanku…Ajari Aku cara membangun kerendahan hati…
tegurlah Aku ketika Aku lalai, Agar Aku selalu ingat akan kesederhanaan, pada sumber kearifan, kelemahlembutan, kekuatan yang sempurna dan keagungan yang hakiki sebelum kematian datang mengambil sisa umurku tanpa permisi.Dan, pada akhirnya bila semua itu dapat terwujud menjadi refleksi nyata dari setiap perilaku diriku, Orang Tuaku, dapat dengan bahagia dan berani berkata “ Hidup kami tidak sia-sia, Kami bangga padanya :) ”
by:@nadrez
Doa terdalam dari setiap kebimbangan hati . Adaptasi dari puisi dan doa karya - Jendral Doughlas Mac Arthur dalam judul ”nak”. puisi asli dapat dilihat disini
